Waspada Penularan Coronavirus Lewat Kuku dengan 3 Cara Sederhana

LUSTRASI. Cegah penularan virus korona lewat kuku yang sehat. (Healthline )

JagoanKita.com – Wadah virus korona dari Wuhan, Tiongkok, atau COVID-19 makin menyebar dengan pesat. Sejumlah negara pun telah melaporkan jatuhnya korban meninggal karena virus korona. Untuk itu, kewaspadaan akan kesehatan jadi sangat penting untuk mencegah penularannya.

Seperti diketahui, masyarakat diimbau untuk rajin mencuci tangan dan tidak menyentuh area wajah atau luka ketika berada di tempat umum. Ini dilakukan agar virus tak menyebar dari tangan. Sebagai bagian dari tangan, kebersihan kuku pun perlu diperhatikan. Terlebih bagi Anda yang gemar memanjangkan kuku.

Celah kuku dengan kulit bisa menjadi tempat berkembangbaknya bakteri. Apalagi kuku merupakan ujung dari jari tangan yang paling sering bersentuhan dengan benda asing.

Dilansir dari Refinery29, Rabu (11/3), beberapa ahli kuku memberikan tiga rekomendasi sederhana untuk menjaga kesehatan kuku yang optimal di tengah wabah coronavirus.

1. Gosok Bawah Kuku

Jika Anda mencuci tangan, apstikan bagina dalam kuku juga dicuci. Akan lebih baik jika digosok secara halus dengan sikat khusus kuku. Ini untuk memastikan setiap kotoran yang ada bisa bersih.

“Virus dan bakteri dapat tumbuh subur di lingkungan yang hangat dan lembab, seperti di bawah kuku Anda,” kata stylist kuku selebriti, Elle.

“Jika Anda memiliki kuku yang panjang, praktik terbaik adalah menggunakan sikat gosok yang tepat di bagian bawah menggunakan sabun dan air,” sambungnya.

2. Pastikan Salon Anda Steril

Bagi Anda suka dengan pergi ke salon untuk merawat kuku, pastikan tempat yang dikunjungi itu steril. Pastikan salon Anda menggunakan autoklaf untuk mendisinfeksi alat-alat kuku. Seperti kotak yang menggunakan uap untuk mensterilkan peralatan, membunuh bakteri, virus, jamur, dan spora.

“Selanjutnya, spesialis kuku Anda harus selalu mengenakan sarung tangan, menggunakan buffer sekali pakai dan file, dan mendisinfeksi permukaan setiap stasiun manikur di antara klien,” ujar Ahli Kuku, Sarah Gibson Tuttle.

3. Jangan Menggigit Kuku

Hilangkan kebiasaan buruk menggigit kuku. Sebab, menggigit kuku bisa menempatkan Anda pada risiko yang lebih besar untuk tertular virus. Jika kita mematuhi langkah-langkah CDC untuk tidak menyentuh mata, hidung, dan mulut kita dengan tangan kita, tapi justru menggigit kuku, maka potensi tertular juga besar.

Selain masalah kuman, menggerogoti alas kuku Anda dapat menyebabkan torehan kecil dan pendarahan. Nantinya bisa berisiko infeksi yang lebih besar jika Anda tidak terlalu berhati-hati dalam mencuci. Jika Anda mencari cara untuk menghentikan kebiasaan menggigit, cobalah menggulirkan ponsel Anda.(Rin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *