Social Distancing dan Physical Distancing, Apa Bedanya?

Jagoankita.com – Sejak status COVID-19 dinyatakan sebagai pandemi, istilah social distancing mungkin sering kita dengar. Praktik menjaga jarak sosil tersebut mulai diterapkan untuk mencegah penyebaran virus Corona. Bersamaan dengan social distancing, imbauan untuk selalu menjaga kebersihan dan menghindari tempat keramaian juga digencarkan.

Melansir laman Hipwee, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) ingin meluruskan penggunaan istilah social distancing. Dr. Maria van Kerkhove, peneliti WHO lebih memilih menggunakan istilah physical distancing. Dalam hal ini kita memang harus menjaga jarak fisik, tetapi bukan berarti harus menjauhkan diri secara sosial dan bahkan berperilaku rasis.

Sedangkan, menurut laman Rappler, di Filipina ada beberapa instansi pemerintah yang mulai menggunakan istilah physical distancing. Seperti di zona ekonomi Filipina dalam pedoman untuk pekerja yang dikeluarkan pada 20 Maret 2020.

Pandemi Corona yang terjadi di seluruh dunia memengaruhi setidaknya 169 negara, dan lebih dari 300 ribu kasus. Serta 12 ribu kematian per Minggu (22/3). Terkait social distancing dan physical distancing, ada dua poin nih yang harus kamu ketahui!

Jaga Jarak Fisik bukan Hati

Pexels/Andrea Piacquadio

Agar masyarakat dunia tidak salah paham atas imbauan untuk ‘jaga jarak’, WHO lebih memilih untuk menggunakan istilah physical distancing ketimbang social distancing. Jarak Fisik saja yang harus dijaga, bukan kemanusiaan.

Menurut WHO, ini harus diperhatikan demi menjaga kesehatan mental semua orang. Dr. Maria van Kerkhove juga mengatakan inilah saatnya memaksimalkan kemajuan teknologi agar tetap bisa terhubung dan berinteraksi. Meskipun, sementara waktu tak bisa bertatap muka.

Metode Mengurangi Penyebaran COVID-19

Hindari bersalaman atau berpelukan sejenak (Pexels/cottonbro)

Jaga jarak fisik juga enggak selamanya, praktik ini penting untuk memperlambat penyebaran virus Corona. Cara ini juga ditujukan untuk membantu mengurangi jumlah pasien Corona, supaya sistem pelayanan kesehatan di suatu negara tidak kewalahan.

Jadi, jangan ngeyel dulu deh. Coba untuk mematuhi imbauan yang diberikan oleh pemerintah, enggak ada salahnya kamu menjaga jarak dulu dan tetap di rumah, agar memperlambat dan meminimalisir penyebaran COVID-19.

Apresiasi terbesar patut diberikan untuk kinerja para dokter dan perawat yang berjuang di garis terdepan melawan pandemi Corona. Peran kita sebagai masyarakat juga tak kalah penting dalam memerangi COVID-19.

Bukan lagi saatnya mengatakan bahwa pandemi tak akan berpengaruh, atau membandingkan negara Indonesia dengan Italia. Sekarang saatnya semua orang berkontribusi dalam perang melawan COVID-19. Jaga jarak namun dekatkan hati dan pikiran, bersama kita bisa menghadapi pandemi Corona. (JJ)

jojo

ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *