Resiko Olahraga Dengan Perut Kosong

Jagoankita.com – Kamu mungkin pernah mendengar jika olahraga ketika perut kosong bisa membakar lemak lebih banyak. Dengan membakar lemak lebih banyak, tentunya diharapkan berat badan bisa turun lebih cepat.

Olahraga saat perut kosong disebut juga dengan fasted cardio. Teknik itu dipercaya dapat mempercepat penurunan berat badan. Pendapat itu tak sepenuhnya salah, namun masalahnya apakah hal itu aman?

Seperti yang dilansir dari laman alodokter, saat perut kamu kosong, tubuh akan menggunakan cadangan makanan untuk diolah menjadi sumber energi. Pada awalnya, tubuh kamu akan memanfaatkan cadangan karbohidrat, setelah itu barulah membakar cadangan lemak.

Ketika berolahraga dengan perut kosong, harapnnya cadangan lemak akan dibakar sebagai energi, hingga dapat mengurangi timbunan lemak serta berat badan.

Tapi ternyata hal itu salah. Karena sebuah penelitian mengungkapkan, bahwa tak ada perbedaan jumlah kalori yang terbuang, serta lemak yang terbakar saat seseorang berlari selama 60 menit menit dalam keadaan perut kosong maupun tidak.

Adapun risiko olahraga ketika perut kosong, salah satunya ialah meningkatkan risiko terjadinya hipoglikemia (rendahnya kadar gula darah). Ketika mengalaman kondisi ini, kamu akan merasa pusing, mual, gemetar bahkan bisa pingsan.

Risiko yang kedua saat perut kosong yakni menurunkan stamina, hingga membuatmu tak kuat berolahraga lama.

Orang yang berolahraga dengan perut kosong, biasanya akan lebih mudah merasa lelah. Bahkan ada penelitian yang menunjukan, jika olahraga saat perut kosong bisa meningkatkan nafsu makan setelahnya.

Hal itu tentunya dapat membuatmu makan lebih banyak daripada biasanya, hingga akhirnya bisa meningkatkan asupan kalori pada tubuhmu. (JJ)

jojo

ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *