600 Ribu Masker Ilegal Berbahaya Untuk Corona Diproduksi di Tangerang

JagoanKita.com – Setelah melakukan pemeriksaan intensif, polisi memastikan ratusan ribu masker yang ditimbun di sebuah gudang milik PT MJP Cargo di Jalan Marsekal Surya Darma, Neglasari, Tangerang tidak punya izin edar dari Kementerian Kesehatan.

“Tidak memiliki izin edar dari Kemenkes,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (4/2).

Jika begitu, maka dampak dari masker tersebut bisa membuat orang sehat menjadi sakit karena berpotensi menimbulkan kuman yang tak baik bagi kesehatan. Terkait ada berapa orang yang jadi tersangka, polisi belum membeberkannya. Sejauh ini diketahui polisi telah memeriksa dua pemilik masker.

Kemudian, polisi sendiri juga telah memeriksa pemilik gudang. Setidaknya, ada hampir ratusan ribu lebih masker disita dari sana. “Banyaknya kurang lebih 600 ribu lembar,” kata dia.

Sebelumnya diberitakan, setelah menggerebek pabrik masker ilegal di kawasan Cakung Cilincing, Jakarta Utara, dan penimbun masker di sebuah apartemen di kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat, polisi tak berhenti. Mereka kembali melakukan penggerebekan gudang diduga menimbun ratusan ribu masker di kawasan Tangerang, di tengah merebaknya wabah Corona Covid-19.

Sebuah gudang PT MJP Cargo No 88, Jalan Marsekal Surya Darma, Neglasari, Tangerang, diduga jadi tempat penimbunan ini. Penggerebekan dilakukan hari ini, Selasa 3 Maret 2020. Adanya penggerebekan ini dibenarkan pihak kepolisian.

Polisi menemukan 180 karton yang berisi 360.000 masker merek remedi dan 107 karton berisi 214.000 masker merek volca dan well best dari dua orang pemilik. ingga kini, polisi masih melakukan pemeriksaan intensif pada keduanya. Polisi juga meminta keterangan beberapa pihak termasuk pemilik gudang.

“Ya, ada dugaan tindak pidana penimbunan alat kesehatan berupa masker kesehatan atau memperdagangkan alat kesehatan berupa masker tanpa izin edar,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Iwan Kurniawan.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Kapolri Jenderal Idham Azis untuk menindak pelaku penimbunan dan penjualan masker dengan harga di luar kewajaran.

“Saya juga sudah memerintahkan Kapolri untuk menindak tegas pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, yang memanfaatkan momentum seperti ini dengan menimbun, masker terutama. Ini masker dan menjualnya lagi dengan harga yang sangat tinggi,” ujar Jokowi.

Jokowi mengingatkan kepada pihak-pihak yang mencari keuntungan berlebih di saat kondisi seperti ini. Ia pun mengaku telah mengecek stok masker di pasaran, dan mendapati sejumlah jenis masker yang langka keberadaannya.

“Menteri cek, tetapi dari info yang saya terima, stok dalam negeri kurang-lebih 50 juta. Memang pada masker tertentu itu yang langka,” tuturnya. (Rr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *